TIGA PILAR LIMA

pay someone at https://www.meowessay.com/ write my paper

3 pillars

Pilar athletic berbicara mengenai prestasi olahraga seorang student-athlete yang berpartisipasi dalam kompetisi Liga Mahasiswa (LIMA). Sistem kompetisi yang hanya mengenal kompetitor dalam tatanan universitas, maka para student-athlete harus bersaing lebih dulu di dalam internal universitas untuk dapat mewakili satu universitas.

“Hanya satu tim terbaik dalam satu universitas yang akan berkompetisi essay-checker.net mewakili kampusnya. Kami tidak mengenal tim fakultas ataupun tim lainnya,” ujar Ryan Gozali, CEO LIMA.

Konsep student-athlete diperkenalkan oleh LIMA di Indonesia khususnya untuk mendukung pilar academic. Singkatnya, seorang student-athlete diharapkan tidak hanya berprestasi dibidang olahraga. Namun, juga dapat berprestasi di bidang akademik. Konsep ini diterapkan oleh LIMA dengan memberikan persyaratan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimum 2,0 sebagai indikator prestasi akademik peserta kompetisi. LIMA juga menghargai para ghostwriteronline.eu/ student-athlete yang memiliki prestasi, baik di lapangan maupun di bangku kuliah, dengan memberikan All-Academic Awards.

Bidang sosial pun tidak luput dari perhatian. LIMA percaya mahasiswa bisa menjadi motor pergerakan sosial, tidak terkecuali para student-athlete yang berkompetisi di LIMA. Pilar social responsibility menjamin apa yang kami harapkan dapat terwujud. Kami mewajibkan seluruh tim peserta untuk melakukan social responsibility program (SRP) yang kami yakini mampu meningkatkan kepedulian mahasiswa dalam proses interaksi sosial dengan lingkungannya.

Those candidates who failed to buy essay online cheap secure the cut off shall remain in the pool for another six months